Tips Berkarir Di Luar Negeri

Pernah suatu saat ketika saya sedang di interview oleh calon bos saya pada saat itu, dia bercerita, “Kemarin ada dua orang Indonesia juga datang kesini. Tapi mereka menuntut terlalu mahal maka saya pun gak hire mereka.” Lalu saya tanya dia, “Memang mereka minta berapa?” “3.000 dolar. Dan mereka belum lulus, lagi tugas akhir.” Wow, saya pun sampai kaget mendengarnya, apa yang dipikirkan oleh kedua orang itu ketika ditanya berapa jumlah gaji yang mereka minta. Saya sendiri akhirnya diterima di perusahaan itu sebagai web designer tetapi visa kerja saya tidak keluar (menyedihkan memang) sehingga harus pulang ke tanah air. Berikut saya berikan beberapa tips untuk bisa sukses merantau di negeri orang:

1. Research

Pekerjaan yang memakan waktu yang sangat banyak ada di langkah pertama ini. Setelah kamu window shopping di situs semacam jobsdb atau jobstreet, pastinya kamu sudah ada beberapa pilihan perusahaan. Hindari langsung menyebar CV, cari tahu dulu mengenai perusahaan nya, lihat portfolio dan cari berita-berita terkait mengenai perusahaan itu. Lakukan riset mendalam dan rajin mencari info. Selain itu, cari tahu juga berapa gaji pasaran di negara tujuan dan proses aplikasi visa. Beberapa negara seperti Singapur memberikan gaji minimum untuk pemegang visa tertentu. Pada zaman saya, minimum gaji untuk S-Pass adalah 1.800 dolar. Apa itu S-Pass? Silakan cari tahu detail-nya di situs Ministry of Manpower Singapore sebagai langkah awal research anda jika ingin bekerja disana.

2. Planning

Kapan mau berangkat? Jika kamu melamar pada saat terjadi krisis di negara tersebut, andai kamu dapat pekerjaan pun, kemungkinan kamu kecil untuk mendapat visa kerja dari pemerintah. Perusahaan mana saja yang menurut kamu pantas untuk level kamu yang sekarang? Saran dari saya, hindari mengirim CV ke perusahaan yang sama lebih dari sekali dalam waktu yang berdekatan karena akan memberi kesan yang kurang baik. Maka itu rencanakan apa kamu sudah pantas melamar ke perusahaan tersebut? Atau mau mencari batu loncatan dulu sebagai pengalaman? Rencanakan yang matang karena sesuai dengan kata-kata bijak “If you fail to plan, then you plan to fail.”

3. Be Unique

Walau langkah ini sudah banyak yang tahu, tapi masih banyak yang mengulang kesalahan yang sama. Desain CV yang menarik akan memberikan impresi yang baik dan membuat bagian HRD tertarik untuk memberimu kesempatan interview. Sekali lagi lakukan riset desain CV yang menarik dan kemas lah portfolio anda sesempurna mungkin. Gak perlu kamu masukin semua karya kamu ke dalam, masukkan lah karya-karya terbaikmu dan yang menurut kamu pantas untuk ‘dijual’. Coretan kamu di buku tulis ketika kamu masih SMA itu tidak termasuk yang pantas untuk ‘dijual’.

Baca Juga:  Prinsip Sederhana dalam Desain: CRAP

4. Presentation

Jika kamu sudah mencapai tingkat ini berarti anda tinggal selangkah lagi untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut. Pelajari teknik-teknik presentasi yang baik dan benar, sudah banyak buku yang dijual di toko buku mengenai hal ini dan ribuan artikel online tersedia untuk membantu kamu. Perhatikan juga waktu presentasi anda karena waktu sangat berharga dan anda sedang memakai waktu dari sang employer. Jelaskan konsep dan proses desain anda dengan singkat, padat dan jelas. Tidak perlu menceritakan keadaan cuaca dan apa yang kamu makan ketika mendapat inspirasi ketika mengerjakan desain tersebut.

5. Paperworks

Setelah semua proses selesai, kemungkinan besar kamu akan diberi waktu untuk menyiapkan semua dokumen kamu untuk nantinya diurus. Biasanya kantor mempunyai bagian legal yang akan membantu kamu mengurus pengajuan visa kerja kamu di negara dia. Lengkapi semua dokumen yang dibutuhkan seperti fotokopi ijazah, fotokopi transkrip nilai (sebaiknya dalam Bahasa Inggris), dan tentunya print-out portfolio. Kalau kamu suka ikut workshop Adobe certified atau apa pun itu yang ada sertifikatnya, maka jangan ragu-ragu untuk melampirkan fotokopinya juga. Itu akan sangat membantu.

6. Stay Positive

Nah, kalau sudah sampai tahap ini sih sebenarnya sudah tenang dan berpikirlah positif. Terkadang perusahaan akan menyuruhmu mulai bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan kerjamu yang baru sambil menunggu visa selesai (tentu saja dibayar, kalau gratis ya jangan). Kalau memang performa kamu disukai oleh employer, maka employer pun akan selalu memperjuangkan visa kamu. Dalam kasus saya, employer saya mencoba appeal (naik banding) sampai tiga kali dan mengajukan surat pernyataan protes sebelum akhirnya dia menyerah.

Semoga tips-tips yang saya sharing ini bisa membantu para designer yang ingin mencari pengalaman atau pun mencari makan di luar negeri.

Image : http://www.sxc.hu/photo/1090138, http://www.sxc.hu/photo/1168056, http://www.sxc.hu/photo/1098685

Komentar

comments

Steven Lee

A freelance graphic designer, graduated in 2008 from UPH majoring in Visual Communication Design. Specialize in branding, and been playing with the web since Microsoft Front Page was still dominating. Currently pursuing career in retail and wholesale trading and still continue to develop his passion in the creative industry.

grain storage instagram türk takipçi satın al