80tasks – Connecting Designers and Coders

Tidak banyak website di Indonesia yang mempertemukan antara UI Designer dengan programmer, pertemuan keduanya memang harus diwadahi untuk meningkatkan rasa saling membutuhkan. seorang programmer tanpa UI designer akan menghasilkan website yang bagus dari segi sistem pemrogramannya, tapi akan terlihat jelek pada bagian interface desainnya. Begitupun sebaliknya jika UI Designer hanya bekerja sendiri maka dari segi pemrogramannya dia akan kesulitan yang akan membuat produk yang dihasilkan kurang matang.

Saya berkesempatan melakukan interview dengan orang dibelakang 80tasks.com yaitu @sirio, mari kita simak interview berikut :

1. Perkenalkan diri dulu dong?

Haiho! gue Rio, lulusan DKV yang suka coding

2. Bisa dijelaskan mengenai background 80task?

80tasks dibuat atas dasar pertanyaan, “Apakah desainer harus bisa coding?” Seharusnya Desainer dan Programmer saling bersinergi dan tidak hanya desain/coding semaunya. Karena web yang baik itu hasil sinergi desainer dan programmer yang mengetahui masing-masing batasannya sehingga menghasilkan web yang sesuai dengan web standard.

3. 80tasks itu tentang apa si?

Awal terbentuknya 80tasks bermaksud menghubungkan desainer dengan programmer untuk bisa saling berinteraksi dengan harapan bisa saling mengerti batasan-batasan yang dihadapi sehingga dapat mempercepat proses development tanpa harus bekerja di luar scope kerjaan masing2.

4. Berapa lama Anda merancang 80tasks dan bagaimana Anda memulainya (dari bainstrom sampai Back-End)?

1 hari desain, 2 hari coding

5. Apa goal dari 80tasks?

Menumbuhkan kultur kolaborasi antar professional Desainer dan Programmer di Indonesia

6. Design-design GUI di web 80tasks itu bikinan sendiri?

Ya, desainer GUI 80tasks yang sekarang dibuat oleh saudara @syinaction

7. Apa tantangan yang Anda hadapi di dalam menjalankan sebuah situs dengan multi author?

Memoderasi postingan member, peran moderator sangat penting untuk membuat masing2 member bisa mendapatkan manfaat dari komunitas dengan maksimal. Del, kamu kayaknya cocok jadi moderator deh 🙂

Membuat komunitas online itu bukanlah mudah. Yang namanya komunitas seperti peribahasa ‘hangat2 tahi ayam’ di awalnya semangatnya menggebu2, tapi setelah setengah perjalanan vakum (didominasi user/member sibuk dg freelancenya).

8. Apakah 80tasks mengalami seperti itu?

Di web memang terlihat vakum, namun di baliknya Rio pribadi sering mengajak member2 yang berpotensi untuk kerja bareng di tiap project yang rio tangani. Sayang hanya beberapa orang yang mau show off.

Off the record ya, nanti 80tasks mau dibuat sistem yg member2nya bisa saling bantu project2 yg sedang ditangani.
Bayangkan tiap project terdiri dari beberapa task dan tiap member yang menyelesaikan task akan dibayar sesuai task yg dia kerjakan.

Baca Juga:  Interview : Mohammad Jeprie founder @desaindigital

Kalau project umum biasanya dapat uangnya dari DP dan setelah project beres. Selama ini partner2 yg rio ajak kerja bareng seperti itu, ga enak juga sudah bantu2 musti nunggu project beres baru dibayar.

Dengan sistem “pay per task” inilah semoga saja pihak pekerja dan pemegang project bisa diuntungkan sesuai effort yang telah dikerjakan dan tidak perlu menunggu klien bayar di akhir project. Tinggal ngerjain beberapa tasks yg sesuai expertise kita, dan setelah tasks beres, kita bisa segera dibayar.

Konsepnya simple, namun sistemnya butuh development yg tidak sedikit dalam hal waktu dan resource. Dan karena sistem yang sekarang menggunakan WordPress, maka peran developer WordPress sangat dibutuhkan. Rio sendiri masih terus belajar mengenai sistem kerja WP ini, dan mudah2an dalam waktu dekat bisa segera launch.

Rio juga sedang mencari WP ninja yg bisa bantu mimpi ini agar segera terwujud.

Komentar

comments

DJputri

Mahasisiwi IT, Social Media Junker

grain storage instagram türk takipçi satın al